Reading
Add Comment
Perjalanan ini masih sangat jauh,
di mana mata angin berlalu bagaikan waktu yang berjalan.
Perasaan ini, masih sama,
seperti dulu.
Dingin, kelam, dan sepi.
Semuanya, masih kurasakan,
dulunya.
Aku mungkin bukanlah seperti yang kau inginkan sejak dulu.
Bukan pula yang penuh sisi romantis,
dan bukan saudagar kaya Timur Tengah.
Namun, entah mengapa kau memilihku. Aku tidak tahu.
Lantas, pernahkah kau memikirkannya walau hanya sepintas?
Aku masih ingat pertama kalinya,
bagaimana aku melihatmu, kala itu.
Kau seolah terlampau jauh dariku, sendu.
Duduk berseberangan dalam keramaian yang berjalan,
entah mengapa mata ini tidak ingin menurut.
Ah, kupikir, rasanya aku mulai bingung
Aku tidak tahu pasti kapan diri ini jatuh hati padamu.
Namun, suaramu, dirimu, dan kehadiranmu membuatku nyaman.
Hanya, kupikir, aku masih belum jatuh hati.
Ketika datang cerita, cerita yang jauh dari dirimu yang biasanya,
entah mengapa perasaan ini semakin kuat.
Kusadari, kurasa aku mulai jatuh hati
Dulu,
Hingga sekarang...
Aku berharap dirimulah orang itu.
Orang yang masih memilihku untuk menemanimu berlari di padang rumput yang luas ini.
Aku mencintaimu,
Sekali lagi,
Dan seterusnya... Puisi

0 comments:
Post a Comment